Selasa, 01 Juni 2010

Be Proud Being A Teacher!

Sepertinya saya harus merubah paradigma dan cara pandang saya terhadap sebuah kegiatan yang bernama seminar. Selama ini setiap saya menghadiri sebuah seminar dan sejenisnya – apa itu pelatihan, workshop, ataupun penataran saya selalu tersiksa lahir dan sedikit bathin. Bukan karena apa, saya yang sehari-harinya mengajar olahraga dan lebih banyak berada di ruang terbuka alias lapangan, akan merasakan berbagai perasaan tidak nyaman jika harus duduk lama di ruang tertutup, ditambah sambil mendengarkan orang berbicara dalam waktu yang lama. Dari mulai pusing di kepala, mual-mual hingga maunya pipis melulu! Biasanya perasaan pusing itu akan terbawa terus hingga pulang ke rumah malah hingga menjelang tidur, duh!
Tapi tempo hari saya menghadiri seminar yang sangat menarik, dimana saya tidak mengalami sakit kepala dan gejala lainnya. Seminar itu adalah seminar motivasi dengan pembicara Aris Ahmad Jaya. Seminar itu merupakan program kerja K2S2 (Kelompok Kerja Sekolah Swasta) Kecamatan Ciracas-Jakarta Timur, dimana sekolah saya menjadi salah satu anggotanya. Acaranya sendiri digelar pada tanggal 15 Mei 2010 bertempat di Aula Prof. H. Mardjani Danuprawiro Cibubur yang berada di kompleks SMP Al Azhar Cibubur.

Jadi, hari itu menjelang jam 8 pagi, saya sudah sampai di lokasi seminar. Setelah memarkir motor saya segera memasuki aula gedung. Di dalam sudah terlihat cukup penuh dengan peserta seminar lumayan banyak, maklum pesertanya adalah para bapak dan ibu guru sekolah swasta se kecamatan Ciracas. Beberapa teman dari sekolah saya juga sudah terlihat hadir. Saya yang tadinya lebih nyaman duduk dengan teman-teman “geng” terpaksa harus duduk di kursi kepala sekolah di deretan paling depan. Selain para kepala sekolah, terlihat juga beberapa pengawas sekolah dari kantor Kasi Dinas Dikdas kecamatan Ciracas, diantaranya ada bu Ami, bu Sri dan pak Sugiri.
Pak Awal, resepsionis paling ganteng!



Pak Sugiri dan pak Bermawi, membuka dan menutup seminar.....


Saat seminar motivasi dimulai, harus saya akui, sang motivator – Aris Ahmad Jaya memang piawai membawa seminar ke suasana yang sangat tidak membosankan. Rupa-rupanya dia juga sangat menguasai seluk beluk dunia pendidikan di Indonesia yang masih banyak problematikanya ini. Diapun paham akan dunia dan kehidupan seorang guru di Indonesia dengan segala keterbatasannya. Banyak permasalahan seorang guru diungkapnya dari gaji yang kecil, penghargaan yang kurang hingga posisi seseorang yang menjadi guru karena terpaksa. Tips dan kiat-kiat menjadi seorang guru yang ideal, berkualitas dan disegani serta dihormati murid pun dikupas habis. Gelak tawa dan tepuk tangan sesekali menghiasi suasana seminar dikarenakan presentasi yang dibawakan dengan sangat humoris. Yang saya tidak tahu dari rencana seminar ini adalah, ternyata ada satu motivator lagi dan sepertinya masih tim-nya Aris Ahmad Jaya yaitu Zen El Fuad yang biasa dipanggil bang Zen. Bang Zen ini pun memberikan materi yang cukup berbobot dan mampu memberikan semangat bagi para peserta seminar.

 Asli, semuanya serius......!

 

The motivator

Sayangnya karena banyaknya seminar yang harus dihadiri dua motivator handal itu, seminar hari itu terpaksa harus diakhiri sekitar pulul 11 siang. Sebelum seminar benar-benar ditutup, bapak Sugiri sempat memberikan sambutannya sebagai perwakilan dari Kasi Dinas Dikdas kecamatan Ciracas. Tampil pula pertunjukan marawis yang dibawakan oleh siswa-siswa SD Al Azhar Cibubur. Satu hal yang menjadi catatan saya dalam seminar itu adalah bahwa menjadi guru merupakan profesi yang mulia. Kita harus menjalani profesi ini dengan ikhlas dengan segala resiko yang kita dapatkan. Tidak ada yang bilang bahwa menjadi guru adalah mudah. Keikhlasan kita dalam menjalankan profesi ini insya Allah akan mendapatkan balasan. Tidak hanya dari gaji yang kita terima setiap bulan, akan tetapi juga “gaji” dari Tuhan, karena dengan profesi ini kita telah menyebarkan kebaikan kepada manusia sebagai umat-Nya. So, be proud being a teacher!

 Yes, we are proud!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar