Selasa, 04 Januari 2011

Garuda Tetap Di Dadaku...

Kalah menang tetap Garuda!


Keponakan saya yang pembela timnas sejati mengirim saya SMS yang berisi dukungan terhadap timnas saat menghadapi Malaysia di partai final leg.2 piala AFF, demikian bunyinya :

Yel baru : GARUDA DI DADAKU !!! MALAYSIA GAK PUNYA MALU !!! KU YAKIN HARI RABU !!! LIMA SATU !!!

Dari bahasa tulisannya yang menggunakan huruf kapital dan 3 tanda seru, terlihat betapa semangatnya dia dalam memberi semangat. Dan akhirnya dia, seperti juga ratusan juta penduduk Indonesia, harus memendam kecewa, harapannya kandas saat akhirnya Indonesia gagal memboyong piala AFF.


Jumat, 10 Desember 2010

LMS Juara Lagi!

 Sarah, dengan piagam dan sertifikat juara........



Setelah, Rifky Manuel Satyana yang beberapa bulan lalu menjuarai kejuaraan Karate O2SN tingkat DKI dan tingkat Nasional, sekarang ada satu lagi, siswa Lakeside Montessori School, yaitu Sarah Rayhana Hamdani yang menunjukkan prestasinya mengharumkan nama sekolah. Kalau Rifky berprestasi di bidang olahraga, maka Sarah, panggilan gadis manis ini menunjukkan prestasinya di bidang seni, khusus-nya seni lukis. Dalam kejuaraan yang bertajuk “Lomba Seni Dan Open House Se-Jabodetabek” ini, Sarah berhasil menggondol juara Harapan 3, alias peringkat ke 6. Prestasi yang sangat bagus, walaupun bukan juara 1, mengingat lomba ini diikuti oleh lebih dari seratus siswa se-Jabodetabek. Penyelenggara lomba adalah SDI Al Azhar 20 Cibubur, masih terhitung sekolah tetangga.

Sebelumnya tanpa persiapan yang cukup, dan hanya melihat kemampuan mereka dalam pelajaran melukis, dengan ditujuk oleh guru mereka, miss Ari dan miss Sherly, merekapun mewakili sekolah. Mereka adalah Sarah, Thatiana, Baby, Fayola dan Felicia. Di antara teman-teman di kelasnya, kemampuan melukis mereka memang lebih menonjol. Sebelum perlombaan, saya hanya sempat 2 kali mengajari mereka. Itu juga bukan teknik-teknik melukis. Hanya sedikit tips seperti melukis harus penuh satu halaman, tidak boleh ada space kosong, gunakan alat lukis yang sejenis, gradasi harus halus, tidak usah bingung harus menggambar apa yang penting warnai aja, dan tips-tips praktis lainnya.

Rabu, 08 Desember 2010

Nine One-One? No, They Are Medic One!

Om Kris menunjukkan ambulance dari Medic One, standar internasional lho.......
 
Setelah kurang lebih 3 minggu, sekolah mengumpulkan sumbangan dari para orang tua wali murid-murid untuk para korban letusan gunung Merapi, akhirnya tibalah waktu untuk menyalurkannya. Di awal agak bingung bagaimana cara menyalurkannya, apakah langsung ke stasiun Gambir karena berdasarkan berita dan info, stasiun kereta api ini menyiapkan gerbang khusus guna menyalurkan bantuan ke sana, dan gratis alias tanpa dipungut biaya. Salut buat Gambir dan PJKA! Sempat terbayang juga untuk menyalurkan bantuan langsung ke Jogja, itung-itung lumayan, jalan-jalan. Tapi sepertinya saat ini bukanlah momen yang pas untuk jalan-jalan, mengingat situasi kota Jogja yang belum kondusif, tertutup debu dan berbagai material vulkanik. Belum biaya untuk mobil pribadi dan sewa truknya, ah malah repot! Belum rasa takut kalau di jalan ketemu om wedhus gembel, hiii…….

Kamis, 25 November 2010

Jalur Pantura, Jalan Daendels, Jalan Penuh Darah!


 Herman Willem Daendels, the iron hand!

 
Minggu kemarin, sepulang dari “meliput” wayang wahyu di Kroya dan Purwokerto, saya harus traveling lagi menyusuri jalan yang sama (pantura), hanya saja sekarang lebih jauh lagi. Kali ini tujuan saya adalah kota Malang di Jawa Timur. Perjalanan kali ini bersifat pribadi yaitu menghadiri perkawinan adik di kota apel tersebut. Saya, tentu saja tidak akan mereportasekan perkawinan adik saya itu yang bersifat seremonial itu. Biarlah itu menjadi dokumentasi keluarga yang dinikmati oleh keluarga saya saja.

“Nafsu” menulis saya tidak langsung langsung nongol begitu saya duduk di bis Lorena yang berangkat dari Bogor. Di awal perjalanan tentu saja saya menikmati perjalanan ini. Dinginnya AC bis, nyaman dan leganya nya tempat duduk di bis eksekutif ini, yang memungkinkan saya bercanda dengan anak saya yang tampak heboh karena ini merupakan perjalanan naik bis terjauhnya (buat saya dan istri juga), hanya berlangsung sekian jam saja. Untuk selanjutnya hawa kebosanan pun mulai menyerang. Membayangkan saya harus duduk di dalam bis selama 20-an jam berikutnya sudah membuat pantat saya panas. Memasuki Cikampek dan kemudian indramayu berlanjut ke Cirebon, hawa mengantuk dan melamun pun mulai menyerang. Sambil melamun dan melayangkan pandangan keluar jendela bis, mendadak saya jadi teringat sejarah mengenai pembuatan jalur pantura ini, yang saat kita SMP dalam pelajaran sejarah tentu dikenalkan dengan riwayat pembuatan jalan Anyer-Panarukan dengan “pimpro”-nya gubernur jendral Hindia Belanda Herman Willem Daendels. Ya, jalan itulah yang sekarang terkenal dengan nama jalur pantura yang menjadi pilihan banyak pemudik di kala waktu mudik lebaran tiba. Jalan ini juga menjadi urat nadi perekonomian penting di pesisir utara pulau Jawa, dari Jawa Barat hingga Jawa Timur, benar-benar dari ujung ke ujung!

Kamis, 18 November 2010

Sabetan Wayang Wahyu Romo Handi!

Keindahan dibalik layar : adegan Gabriel menemui Maria

Ketika membicarakan wayang kulit, mungkin di dalam benak kita yang terbayang adalah tokoh-tokohnya semisal Bima, Arjuna, Kresna, Abimanyu, Anoman dan tentu saja para punakawan kocak : Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Tapi pernahkah anda melihat atau mendengar wayang kulit dengan tokoh-tokoh Yesus, bunda Maria, Yusuf, prajurit Romawi dan rakyat Yudea? Masih terasa asing di telinga? Tidak hanya anda, saya pun saat ditanya pertama kali mengenai jenis wayang ini menjawab dengan gelengan kepala. Berhubung kecintaan saya pada wayang kulit (wayang purwa) sudah begitu dalam, maka wayang jenis inipun menarik perhatian saya. Nah wayang wahyu inilah yang akan saya tulis kali ini.

Selasa, 02 November 2010

7th LMS Anniversary!

Open by the principal, Ms. Ann.


Perayaan ulang tahun sekolah yang ke 7 kali ini dirayakan dengan berbeda. Berbeda karena terasa lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Waktu perayaannya pun lebih panjang. Selama 4 hari sekolah benar-benar terisi dengan perayaan, terhitung mulai tanggal 27 sampai dengan 30 Oktober 2010. Perbedaan lainnya karena perayaan ulang tahun sekolah kali ini digabung dengan perayaan lainnya yaitu United Nation Day dan Halloween Day. Ada juga kegiatan school fair yang berlangsung selama 3 hari. Meriah? Sudah pasti.

Jumat, 22 Oktober 2010

Kami Kaze!

 Gengis Khan, ngeliat patungnya aja dah keder!


Pengantar.
Sebagai pencinta sejarah, saya menemukan sebuah artikel di sebuah majalah perpustakaan sekolah.  Majalah lama memang, tapi isinya bagus dan bisa menjadi bacaan yang up to date. Ditulis oleh seorang penulis bernama Paulus Bambang W.S. dan tertuang dalam majalah SWA edisi 09/XXIV/30 April-14 Mei 2008 hal. 142. Artikel tersebut sebenarnya bukan murni ulasan sejarah, karena di setengah bagian akhir tulisan, semangat “kami kaze” bangsa Jepang itu dianalogikan dalam perspektif ekonomi dan politik. Saya hanya menyadur bagian awalnya mengenai asal muasal istilah kami kaze sebagai bahan bacaan untuk murid-murid saya yang senang sejarah.
--------*****---------

Pada waktu kejayaannya, bangsa Mongol merupakan bangsa yang disegani setiap negara. Genghis Khan dan Kubilai Khan adalah duo kaisar yang akrab di telinga kita. Dari sekolah dasar sampai lanjutan atas, kedigdayaan mereka selalu menjadi bagian dari sejarah Asia, khususnya Indonesia.

Bangsa Cina berusaha membendung musuh dari utara yang kuat ini dengan tembok raksasa yang kata orang bisa terlihat dari bulan. Tembok yang dibangun dengan inti batu karang, yang akhirnya menjadi tembok yang kuat karena timbunan pasir dari gurun di sekitarnya.